Tegal Berduka Akibat Tanah Bergerak, Warga Dihimbau Tetap Waspada

Ratusan Warga Terdampak Menanti Kepastian Relokasi

banner 120x600

DEWATA POST | Tegal – Suasana mencekam menyelimuti wilayah Jatinegara seiring dengan masifnya bencana tanah bergerak yang menghantam Desa Padasari dan Desa Capar, Kabupaten Tegal. Hingga Rabu (4/2/2026), pergerakan tanah dilaporkan masih sangat aktif, mengubah pemukiman warga menjadi zona berbahaya yang tak lagi layak huni.

Eskalasi Kerusakan: Sektor Pendidikan dan Pemukiman Lumpuh
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kabupaten Tegal, dampak bencana ini mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Sedikitnya 104 bangunan terdampak, dengan rincian 80 rumah warga rusak berat hingga rata dengan tanah. Tak hanya pemukiman, fasilitas pendidikan juga lumpuh total setelah gedung SMA Pondok Pesantren Al-Adalah ambruk, serta beberapa sekolah dasar lainnya mengalami retakan struktural yang sangat membahayakan jiwa.

Pengungsian Terpusat dan Dapur Umum
Mengingat lokasi awal evakuasi di SDN Padasari 01 mulai terdampak retakan baru, pusat pengungsian kini dialihkan ke titik yang lebih stabil.

Titik Pengungsian:
Gudang milik Bpk. Kamal di Dukuh Pengasinan, Desa Padasari.- Dapur Umum: BPBD dan Polres Tegal telah mengaktifkan dapur umum di lokasi tersebut guna menjamin asupan logistik bagi 470 jiwa (150 KK) yang terdampak langsung.

Relokasi Permanen Jadi Prioritas Utama
Melihat skala kerusakan yang terus meluas, Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan bahwa opsi relokasi permanen bagi warga di zona merah (Dukuh Tiga Sari dan Padareka) tidak bisa ditawar lagi. Saat ini, koordinasi intensif dengan pihak Perhutani tengah dilakukan untuk menentukan lahan Hunian Tetap (Huntap) yang aman bagi warga.

Gubernur Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan dana stimulan tahap awal sebesar Rp 210 juta sebagai bagian dari percepatan penanganan darurat. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan keselamatan warga di tengah ancaman hujan yang diprediksi masih akan terus mengguyur wilayah Tegal dalam beberapa hari ke depan.

Warga dihimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas TRC BPBD di lapangan demi menghindari timbulnya korban jiwa.

Redaksi: Dewata post
Kontributor: Harno
Update Terakhir: Rabu, 4 Februari 2026 | 16:30 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 325x300