Jelang Khaul Pangeran Purbaya, Warga Desa Kalisoka Gelar Kirab Gunungan Kue Apem

Tradisi

banner 120x600

Tegal, Dewata Post – Sehari menjelang dilaksanakannya Acara Khaul Mbah Pangeran Purbaya, Masyarakat Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal menggelar acara kirab dunungan Kuwe Apem yang kemudian diarak mengelilingi Desa, Selasa (16/04) siang.

 

Pangeran Purbaya adalah Senopati Mataram menantu Ki Gede Sebayu pendiri tlatah Tegal yang tiap lebaran syawal (seminggu setelah idul fitri, red) makamnya dikunjungi banyak orang untuk diadakan acara Khaul dan menjadi pusat kunjungan wisata religi dari berbagai daerah .

 

Warga Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hingga kini masih melestarikan tradisi Syawalan atau sepekan setelah Lebaran Idul Fitri. Grebek Syawal di Desa Kalisoka diperingati dengan cara yang cukup unik, yakni mengarak atau kirab sebuah gunungan yang terbuat dari kue apem.

 

Menurut Kades Kalisoka, Ahmad Dumeri Arak-arakan gunungan kue apem diarak mulai dari Masjid Nurul Huda, Desa Kalisoka melewati makam Kanjeng Pangeran Hanggawana belok kanan menuju mesjid dekat makam Pangeran Purbaya.

Sebelum arak arakan dimulai, diawali dengan ritual pembacaan doa oleh ulama setempat. Kemudian, gunungan diserahkan kepada Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Uwes Qoroni untuk selanjutnya diberikan kepada rombongan pengarak.

 

Disemarakan oleh tabuhan rebana, arak-arakan juga diiringi grup marching band dari Madrasah Ibtidaiyah Kalisoka yang dikawal dua kereta kencana yang dikendarai Kepala Dinas Pariwisata diapit Kadinas PUPR Teguh Dwijanto Raharjo dan Kepala Desa Kalisoka Dumeri yang ikut mengiringi arak arakan gunungan.

 

Sepanjang jalan yang dilalui, Kepala Desa Kalisoka Dumeri dan Kepala Dinas Pariwisata Uwes menyebar uang logam kepada warga yang merupakan simbol sedekah yang dibagikan kepada warga.

 

Kepada Dewata Pos Tokoh Pemuda yang juga Ketua LSM Bakin kabupaten Tegal Bambang Asmoyo menyatakan bahwa kegiatan itu dilaksanakan untuk melestarikan budaya mayarakat lokal secara turun temurun dalam menghargai perjuangan leluhur yang berjasa mendirikan kabupaten Tegal.

 

(Herman Mo)

banner 325x300banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 325x300