Sungai Bilukpoh Telan Korban, Diantaranya ditemukan Tak Bernyawa 

banner 120x600

Dewata Post | Jembrana – Nasib na’as menimpa tiga pekerja proyek rehabilitasi bendung Tlepus Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Rabu (12/11) sore. Dua dari tiga pekerja tersebut terseret arus deras Sungai Bilukpoh Desa Penyaringan, saat mandi sore usai bekerja. Satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan upaya pencarian korban hilang masih terus berlangsung hingga saat ini.

Menurut Informasi, kejadian bermula sekitar pukul 16.15 WITA. Saat itu, korban Syahrudy Rizqy Tampu Bolon dan Abdurrahman Agus (Korban Hilang) sedang mandi di sungai setelah selesai bekerja. Meskipun cuaca di lokasi sedang gerimis, Namun karena curah hujan di hulu cukup deras diduga mengakibatkan air sungai tiba-tiba membesar dan meluap dengan cepat.

“Tidak berselang lama, tiba-tiba dari hulu air membesar sehingga kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri dan terbawa arus sungai,” jelasnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (13/11) siang.

Dalam peristiwa tersebut, Saksi mata, Abdul Rozak Agus Maulana, segera berteriak meminta pertolongan. Dan didengar Beni Trisnawardi dan Moch Riski Nanda Saputra (Korban Luka). Nanda Saputra kemudian berupaya menyelamatkan kedua rekannya, namun na’as, ia justru ikut terseret derasnya arus sungai. Beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri dan segera dibawa ke Puskesmas 1 Mendoyo oleh petugas untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun na’as, tim gabungan bersama Polsek Mendoyo menemukan Syahrudy Rizqy Tampu Bolon (46), asal Surabaya, dalam keadaan meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di lokasi yang cukup jauh, yaitu di timur Kolam Renang Delod Berawah, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo. Kemudian jenazah korban dibawa ke RSU Negara.

Hingga saat ini, rekan korban meninggal, Abdurrahman Agus (57), asal Jombang, Jawa Timur, masih dalam pencarian tim gabungan Polres Jembrana, Satpol Airud dan Basarnas serta sejumlah pihak yang terlibat.

“Kita bersama Tim Gabungan masih terus melakukan pencarian korban, dengan menyisir bagian hilir ke hulu aliran sungai Bilukpoh dan upaya pencarian korban juga dilakukan oleh Satpol Airud Polres Jembrana dengan melakukan penyisiran pantai dan Laut, kami juga meminta peran masyarakat dapat melaporkan apabila menemukan benda atau sosok asing di sepanjang aliran sungai dan laut”, tutupnya.

 

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 325x300