Dewata Post | Jembrana – Nasib na’as menimpa tiga pekerja proyek rehabilitasi bendung Tlepus Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Rabu (12/11) sore. Dua dari tiga pekerja tersebut terseret arus deras Sungai Bilukpoh Desa Penyaringan, saat mandi sore usai bekerja. Satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan upaya pencarian korban hilang masih terus berlangsung hingga saat ini.


“Tidak berselang lama, tiba-tiba dari hulu air membesar sehingga kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri dan terbawa arus sungai,” jelasnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (13/11) siang.


Namun na’as, tim gabungan bersama Polsek Mendoyo menemukan Syahrudy Rizqy Tampu Bolon (46), asal Surabaya, dalam keadaan meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di lokasi yang cukup jauh, yaitu di timur Kolam Renang Delod Berawah, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo. Kemudian jenazah korban dibawa ke RSU Negara.


“Kita bersama Tim Gabungan masih terus melakukan pencarian korban, dengan menyisir bagian hilir ke hulu aliran sungai Bilukpoh dan upaya pencarian korban juga dilakukan oleh Satpol Airud Polres Jembrana dengan melakukan penyisiran pantai dan Laut, kami juga meminta peran masyarakat dapat melaporkan apabila menemukan benda atau sosok asing di sepanjang aliran sungai dan laut”, tutupnya.
(Red)
















